HADIRILAH !

FUPMIS

KAJIAN PENGURUS FUPMIS II

Hari Ahad (24/5) Ustadz Umar Masyhud mengisi Kajian Pengurus FUPMIS II di Masjid Ulil Albab UNM Parangtambung.

Dalam taujihat tersebut, mahasiswa tingkatan akhir ini memberikan pencerahan kepada  para pengurus. Mengawali taujihnya, beliau menyampaikan Baca selebihnya »

POTRET RINDU

Legenda Itu Kini Berkisah

Tentang Resiko-Resiko Sebuah Retasan kehidupan Indah

Tentang Ketinggian Perjuangan Itu

Tentang Sebuah Pilihan Keterhormatan

Mereka Teramat Sering Berujar Tentang Banyak Hal Baca selebihnya »

FUPMIS Adakan Tabligh Akbar

Alumni Africa International University, Ust. Harman Tajang, Lc menjadi pemateri pada Tablig Akbar di Masjid Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ahad/26 April. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Pelajar Mahasiswa (FUPMI) Soppeng bekerjasama dengan FSDI UIN. Baca selebihnya »

BULETIN “eL-Tarbiyah”

Materi eL- Tarbiyah :
SEGERALAH BERAMAL DALAM DETIK-DETIK YANG TERSISA INI !
Berbicaralah tentang dunia. Bertanyalah tentangnya. Maka jika engkau dituntun untuk menemukan jawaban yang hakiki, engkau akan dituntun pada satu jawaban. Bahwa ia –dunia itu- hanyalah bayangan yang tidak lama lagi akan hilang. Bahwa ia hanyalah setetes air bila dibandingkan lautan luas tak bertepi. Sebanyak apapun yang engkau rengkuh di sini, di dunia ini, maka ia hanya setetes. Oh, tidak. Bahkan kurang dari setetes. Karena setetes itu adalah untuk dunia seluruhnya, sementara engkau tak memiliki dunia seluruhnya. Hanya sepersekian dunia ini yang sanggup engkau nikmati. Baca selebihnya »

Tarbiyah Bukanlah Segalanya, Tapi Segalanya Bisa Bermula Dari Tarbiyah

perjalananSuatu ketika Ibnu Rawahah menarik tangan Abu Darda’ seraya mengatakan, “Akhi, ta’nul nu’minu sa’ah.” Saudaraku, mari sejenak kita beriman. Ibnu Rawahah ingin mengajak sahabatnya, Abu Darda, untuk duduk, bertafakkur, berdzikir, saling menasehati, berdiskusi tentang kebaikan, mengenali jalan-jalan taubat, menganjurkan infaq, berpuasa, shalat malam, dan lain-lain.

Saudaraku, Kita sangat memerlukan adanya majelis dan forum yang dapat mengasah dan memperbarui iman seperti itu. Rasulullah pun pernah berwasiat bahwa keimanan kita bisa lusuh ibarat pakaian, karenanya ia berpesan agar kita selalu memperbarui iman. Dahulu, para ulama dan salafushalih umumnya mempunyai majelis tertentu untuk meningkatkan iman. Khalifah Umar bin Abdul Aziz meminta salah seorang ulama, Abu Bakr bin Amr bin Hazm rahimahullah, untuk duduk memberi ta’lim bagi diri dan rakyatnya. Seorang tabi’in yang bernama Alqamah bin Qais An Nakhi mengatakan “Mari berjalan bersama kami untuk saling menambah iman.” Ya, untuk menambah iman, untuk melembutkan hati, untuk menjadikan jiwa kita sensitif dengan kebaikan dan keburukan. Untuk itu kita memerlukan komunitas. Kita memerlukan sebuah majelis. Baca selebihnya »

SMAN 1 Watansoppeng Juara III Olimpiade Matematika

pendidikan1Satu lagi prestasi yang patut dibanggakan dari anak-anak SMAN 1 Watansoppeng dengan tampil sebagai satu-satunya Finalis yang dari Kabupaten Soppeng dalam Lomba Matematika Tingkat SMA/MA se-Sulawesi Selatan di Universitas Cokroaminoto Palopo tanggal 22-24 Februari 2009 Baca selebihnya »

PRAHARA MASA REMAJA

images1Saudaraku para pemuda! Wahai engkau yang rela menjadikan Allah subhanahu wata’aala sebagai Rabbnya. Islam sebagai agamanya, Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam sebagai Nabi dan RasulNya. Engkau yang beriman kepada Al-Qur`an, rasul-rasul dan para malaikat. Engkau yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wata’aala sebagai hambaNya. Ketahuilah bahwa kita semua pasti memiliki kesalahan dan dosa, senantiasa lupa dan lengah sehingga terjerumus ke dalam kubangan dosa dan maksiat, akan tetapi bagi yang diberi taufiq oleh Allah subhanahu wata’aala ia mengetahui kekeliruannya sehingga cepat-cepat sadar, beristighfar dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata’aala, menyesal dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Baca selebihnya »

ISTIQOMAH ITU MEMPESONA !

SETITIK OASE UNTUK PENGGENGGAM BARA

embunSaya dan tentu saja anda adalah orang-orang yang memendam rindu kepada surga-Nya. Namun sayapun lebih yakin bahwa kita tahu bersama surga tidak didapat dengan percuma tetapi ia mesti ‘dibeli’ dengan harga yang tinggi dan komitmen membaja terhadapnya. Hal ini membuat saya merenung hingga di suatu sore usai menghabiskan ujian semester dan menunggu masa-masa liburan ke kampung,tanah Soppeng yang tercinta. Baca selebihnya »

SEJARAH SOPPENG

(ALLOHU A’LAM DAN KAMI BERLEPAS DIRI DARI UNSUR KESYIRIKAN)

images2I. ASAL MULA NAMA SOPPENG Asal mula nama Soppeng sampai saat ini para pakar dan budayawan belum ada kesepakatan bahkan dalam sastra Bugis tertua I LA GALIGO telah tertulis nama Kerajaan Soppeng yang berbunyi: IYYANAE SURE PUADA ADAENGNGI TANAE RI SOPPENG, NAWALAINNA SEWO – GATTARENG, NONI MABBANUA TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYYANARO RIASENG TAU SOPPENG RILAU. Berdasarkan naskah lontara tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk tanah Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu Sewo dan Gattareng.

II. PENGANGKATAN DATU PERTAMA KERAJAAN SOPPENG Di dalam lontara tertulis bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng telah ada kekuasaan yang Mengatur jalannya Pemerintahan yang berdasarkan kesepakatan 60 pemuka masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah Arung, Sullewatang, Paddanreng dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan sendiri yang dikoordinir oleh LILI-LILI. Namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau di sana sini timbul huru hara, kekacauan sehingga kemiskinan dan kemelaratan terjadi di mana-mana olehnya itu 60 pemuka masyarakat bersepakat untuk mengangkat seorang junjungan yang dapat mengatasi semua masalah tersebut. Tampillah Arung Bila mengambil inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang matoa dari Soppeng Riaja dan 30 orang matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung, tiba-tiba 2 (dua) ekor burung Kakatua memperebutkan setangkai padi, sehingga musyawarah terganggu dan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang. Burung Kakatua tersebut akhirya sampai di SEKKANYILI dan di tempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk di atas batu, yang bergelar Manurungnge Ri Sekkanyili. Terjadilah mufakat dari 60 tokoh masyarakat untuk mengangkat Manurungnge Ri Sekkanyili atau LATEMMAMALA Baca selebihnya »